Gerakan Mari Berbagi
Komunitas

Tumbuhkan semangat budaya peduli untuk meraka

Tutup

Alasan Kita Selalu Diperintahkan Menyantuni Anak Yatim

10-Jul-2018 122 0

Mariberbagi.or.id – Mendengar kata ‘menyantuni’ maka seketika mindset kita langsung tertuju kepada anak yatim. Memang tak bisa dipungkiri, karena dalam islam menyantuni anak yatim merupakan salah satu prioritas dalam menginfaqkan harta seorang muslim selain kaum dhuafa. Terdapat banyak ayat di dalam alquran maupun hadits mengenai perintah untuk menyantuni anak yatim mulai dari keutamaannya, rahasianya, hingga ancaman pun ada jika sekali-kali kita tidak memuliakan mereka.

Ada banyak ulasan mengenai keutamaan menyantuni anak yatim di berbagai literatur dan mungkin beberapa diantara kita telah tuntas untuk masalah ini. Di salah satu sumber menyatakan bahwa diantara keutamaan menyantuni anak yatim adalah akan bersama rasulullah SAW di surga kelak. Hal ini berarti bahwa anak yatim piatu merupakan jalan mudah untuk umat islam menuju surga yang ditempati rasulullah SAW. Dalam satu riwayat hadits disebutkan bahwa kedekatan kita dengan rasulullah SAW di surga ibarat jari telunjuk dan jari tengah yang tak terpisahkan yang mengisyaratkan bahwa jarak ini sangatlah dekat. Di sumber lain juga dijelaskan, anak yatim merupakan salah satu sumber pahala yang sangat besar. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa setiap helai rambut anak yatim yang kita usap akan berbuah satu kebaikan.

Sementara jika ditinjau dari aspek psikologis, menyantuni anak yatim ternyata dapat menumbuhkan sifat peduli antar sesama. Sifat peduli ini muncul ketika kita merasa bahwa kita lebih beruntung dari orang lain. Seseorang yang terlihat lebih beruntung ketimbang anak yatim akan selalu merendah diri jika menyantuni mereka. Karena rasa bahagia yang selama ini ia rasakan belum tentu dirasakan oleh anak yatim.

Selain itu, menyantuni anak yatim dapat melunakkan hati yang keras. Dalam arti, jika kita berperan sebagai figur orang tua untuk anak yatim, tanpa disadari sifat orang tua terhadap anak pun muncul dengan sendirinya pada diri kita seperti mendidik, mengasihi, menjaga, dan juga menyayangi. Sifat-sifat tersebut ketika dicurahkan kepada anak yatim maka akan dapat menghilangkan penyakit-penyakit hati seperti dengki, iri hati, kikir, pemarah dan sebagainya. Kebaikan lain yang kita dapatkan ketika menyantuni anak yatim adalah semakin meningkatnya keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Sedangkan ciri-ciri orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah adalah mematuhi segala perintah-NYA dan menjauhi larangan-NYA sehingga di tiap-tiap langkah kita ada hasrat untuk selalu ingin berbuat kebajikan.

Inilah alasan mengapa kita selalu diperintahkan untuk menyantuni anak yatim. Betapa banyak kebaikan yang dijanjikan Allah SWT untuk kita di hari kemudian dan juga ketenangan dalam hidup yang luar biasa kita rasakan. Masih banyak lagi ganjaran yang dijanjikan Allah jika kita senantiasa menyantuni mereka dengan baik. Tinggal bagaimana kita berusaha untuk terbiasa peduli kepada mereka agar semakin sering kita menyantuni anak yatim maka semakin sering pula Allah memberikan pahala, kebaikan, kebahagiaan, serta kenyamanan hidup di setiap aktifitas-aktifitas yang kita lakukan di dunia.


Ikut program donasi bersama Gerakan Mari Berbagi di http://www.mariberbagi.or.id/