Kami Indonesia

Tutup

Black Box Lion Air Kok Terus Dicari? Inilah Kegunaan dan Sejarah Ditemukannya

02-Nov-2018 69 0

Kamiindonesia.id - Hingga kini pencarian bangkai pesawat Lion Air JT 610 dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang terus dicari. Di antara bangkai pesawat yang paling dicari ialah black box pesawat yang jatuh itu.

Sebenarnya, apa itu black box?  Apa fungsinya dan mengapa alat ini sangat penting di dunia penerbangan? Yuk, cari tahu! 

Sejarah Black Box

Alat ini ditemukan oleh Dr. David Warren, dari Australia. Dia terinsipirasi karena ayahnya meninggal saat ia masih kecil. Ayahnya meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat, di tahun 1934. 

Warren merupakan karyawan di Laboratorium Penelitian Aeronautika di Melbourne. Pada 1950 dirinya terlibat penyidikan kecelakaaan pesawat komersial bertenaga jet pertama di Dunia.

Lalu ia terinspirasi bahwa penyidikan akan lebih mudah jika ada rekaman tentang kejadian sebelumnya di pesawat. Prototype pertama dihasilkan pada 1956 yang disebut dengan "ARL Flight Memory Unit".

Penemuan ini tidak mendapat perhatian di lima tahun pertamanya, namun Australia adalah negara pertama yang menginisiasi seluruh pesawatnya untuk wajib menggunakan teknologi itu.

Di tahun 1956, alat "ARL Flight Memory Unit" diluncurkan. Ini merupakan contoh dari black box. Penemuan ini tidak mendapat perhatian di lima tahun pertamanya, namun Australia adalah negara pertama yang menginisiasi seluruh pesawatnya untuk wajib menggunakan teknologi itu.

Sekitar lima tahun kemudian, alat ini baru mendapatkan perhatian dan diproduksi banyak di Inggris dan Amerika. Namun, Australia adalah negara pertama yang mewajibkan pemasangan alat ini di pesawat.

Pentingnya Black Box

Dalam penerbangan, black box adalah perangkat yang digunakan untuk merekam data penerbangan. Black box terbagi dalam dua tipe yakni flight data recoder (FDR) dan cockpit voice recorder(CVR). FRD berfungsi untuk merekam suara operasi penerbangan seperti waktu, ketinggian, kecepatan, arah dan kondisi pesawat. 

Kemudian, ada Cockpit Voice Recorder (CVR) yang merekam percakapan di dalam kokpit, yaitu komunikasi antara awak pesawat di kokpit, percakapan dengan petugas di menara pengawas, dan suasana di kokpit.

Semua pesawat terbang harus dilengkapi dengan alat ini.

Meski tidak mempengaruhi penerbangan, alat ini penting untuk menjadi bukti saat terjadi kecelakaan pesawat. Karena alasan itulah, black box menjadi sangat penting saat tim penyelamat melakukan pencarian.

Black box membantu tim penyelidikan untuk memecahkan penyebab kecelakaan pesawat terjadi, teman-teman. Oya, black box ini bisa mengeluarkan bunyi saat tenggelam di dalam air, sejauh 4 kilometer.

Kotak ini akan mengeluarkan bunyi selama 30 hari sampai baterainya habis. 

Bisa Rusak?

Black box hampir tidak bisa dihancurkan. Teknologi in dibungkus secara dobel oleh titanium dan baja tahan karat. Black box dapat mengirim sinyal dari kedalaman 14.000 kaki. 

Peneliti melakukan uji coba untuk menghancurkannya dengan api sepanas 1,100 derajat celcius dan mencelupkannya ke dalam bahan bakar jet. Bagian pentingnya yang berisi papan memori ditembak dengan meriam udara yang berdampak 3.400 Gs, selain itu black box juga pernah diuji coba dengan ditimpa beban seberat 227 kg lalu dijatuhkan dari ketinggian tiga meter.

Kotak Hitam yang Tidak Hitam

Walaupun namanya black box atau kotak hitam, kotak ini biasanya warnanya malah bukan hitam, melainkan oranye terang.

Mengapa begitu?

Rupanya warna terang dipilih agar kotak itu mudah terlihat dan ditemukan. Lalu, mengapa disebut black box?

Istilah black box muncul dari kekaguman orang pada benda perekam yang awalnya memang dibuat berwarna hitam itu. 

 

*Source: idntimes.com, bobo.id

Foto: Wikipedia