Kami Indonesia

Tutup

Resolusi Tahun Baru, Mengapa Resolusi Bisa Gagal Berantakan?

03-Jan-2019 108 0

Kamiindonesia.id - Biasanya di tahun yang baru, akan ada pula semangat baru. Tahun baru identik dengan resolusi atau target-target hidup yang juga baru. Kita kerap menuliskan sederet harapannya di kertas atau media lainnya, berharap di akhir tahun nanti, banyak tanda centang yang bisa disematkan tanda keberhasilan pada deret mimpi yang pernah dibuat. Sayangnya, masih banyak resolusi-resolusi yang pada akhirnya justru gagal dan tidak berhasil dicapai. 

Mengapa hal ini bisa terjadi? Dilansir dari Entrepreneur.com, CEO konsultan bisnis international Biztuition, Julie Christopher, menyebut gagalnya resolusi di sebuah tahun diakibatkan banyaknya daftar target yang dituliskan oleh seseorang. 

Julie menyebut, hanya sekitar 9,2 persen orang yang berhasil mencapai resolusi tahun barunya dan mengubah gaya hidup buruknya di masa lalu. "Kita terlalu banyak menuliskan resolusi dan tujuan. Ini melahirkan terlalu banyak harapan dan tujuan-tujuan yang tidak realistis," kata Julie. "Akhirnya, kita berusaha mencoba banyak hal dalam satu waktu dan memaksa emosi kita untuk tetap memiliki motivasi tinggi hingga semua tercapai," tuturnya. 

Lalu bagaimana seharusnya sebuah resolusi tahun baru itu disusun? "Ubah satu kebiasaanmu yang bisa menciptakan perubahan di banyak bagian," ujar Julie. Dengan tidak menaruh banyak daftar target, maka fokus kita menjadi lebih baik untuk mencapainya. Namun, pastikan sedikit target yang ditentukan merupakan kunci untuk mencapai target-target selanjutnya. 

Bedasarkan penelitian dari University College London, perubahan membutuhkan waktu, usaha, dan kesabaran. Setidaknya 66 hari dibutuhkan untuk benar-benar bisa meninggalkan kebiasaan lama. 

Ilustrasi mengubah kebiasaan(Shutterstock) Sebenarnya proses mengubah kebiasaan tidak berbentuk aktivitas, namun menyuntikkan pola-pola baru ke dalam pikiran. Jika pikiran sudah tertanam konsep atau pola baru, maka kebiasaan dan tindakanmu akan mengikuti dengan sendirinya.  

Untuk membuat diri Anda selalu termotivasi, jangan segan memberikan hadiah-hadiah kecil kepada diri sendiri apabila berhasil melakukan perubahan yang positif, meskipun hanya perubahan kecil. 

Hal lain yang menyebabkan seseorang gagal mengantar dirinya sendiri ke tahap yang lebih tinggi adalah adanya keajegan pola yang mereka jalani. Sehingga, mereka akan mendapatkan hasil yang tidak berbeda dengan yang pernah mereka dapatkan. "Orang-orang melakukan hal yang sama namun mengharapkan hasil yang berbeda, ada yang salah di sini," ujar Julie. 

Terakhir, Julie membeberkan rahasia yang dilakukan oleh orang-orang sukses pada dirinya sendiri. Setidaknya terdapat 21 hal yang banyak dilakukan oleh orang-orang hingga akhirnya mereka mendapatkan kesuksesan. 

Orang sukses menaati jurnal, berbicara di depan cermin, merenung, membaca, mengalahkan rasa takut, meyakini kegagalan bagian dari sukses, membaur hanya dengan orang-orang positif, mengatur intensi, berbicara dengan alam semesta. 

Mereka juga bersyukur, memiliki prioritas waktu, tidak meributkan hal kecil, fokus pada hal yang dapat dikontrol, aktif mendengarkan, menikmati uang sebagai hasil dari usaha. Selanjutnya, mereka tidak mengandalkan keberuntungan, suka bersenang-senang dan merayakan sesuatu, memaafkan diri sendiri dan orang lain, tidak pernah menyerah tapi akan berubah jika diperlukan, tidak membuat keputusan emosional, dan mendengarkan intuisinya.
 

Source: Kompas.com, Idntimes.

Foto: IDN Times