Kemajuan teknologi dalam spirit Globalisasi mengarah pada penghapusan sekat ruang dan waktu. Landscape dunia seolah berubah menjadi datar dan mampu menghubungkan setiap manusia yang ada di dalamnya. Hal tersebut semestinya membuka perhatian yang sangat luas seiring semakin luasnya daya jangkau pandangan manusia dalam memperoleh informasi dari berbagai belahan dunia. Semangat kemajuan dalam dunia global pun tidak memisahkan jarak yang terlalu jauh antara generasi manusia. Jembatan penghubung generasi tua dan muda seharusnya menjadi semakin kuat, begitu juga transformasi perjuangan pembangunan bangsa. 

Di balik segala kekurangan teknologi informasi yang merasuki sendi kehidupan generasi penerus bangsa, harapan pada kehidupan yang lebih baik akan selalu ada. Kehidupan berbangsa dan bernegara tidak lah pudar begitu saja, bangsa merupakan sebuah identitas lahiriyah yang tetap terjaga. Kemajuan teknologi informasi yang begitu banyak melibatkan generasi muda seharusnya dikelola agar kesalahan pembangunan bangsa tidak terulang kembali di masa yang akan datang. Sehingga semangat kemajuan teknologi dapat dijadikan sebagai instrument kebangkitan bangsa. 

Sejarah bangsa ini pun merekam jelas bagaimana kebangkitan bangsa yang dipelopori oleh generasi muda. Republik ini sungguh naif jika mengabaikan fakta bahwa kebangkitan pemuda sama dengan kebangkitan negara Republik Indonesia. Pemuda saat ini menggerakkan arah bangsa dalam bingkai kebhinnekaan. Sejak Indonesia ini berdiri sudah ada Bhinneka Tunggal Ika, ada Jong, artinya Indonesia dibangun bersama-sama oleh berbagai suku, agama, ras, kelompok masyarakat

Dalam sistem ketatanegaraan kita sebagai negara republic, pemuda semestinya menjadi pilar terdepan dalam mengawal sistem demokrasi yang berjalan. Puncak bonus demografi di Indonesia 2030 adalah gambaran sumberdaya manusia potensial bergelar pemuda merupakan penentu arah kebijakan berbangsa. Namun di sisi lain, Era digital seolah telah menghipnosis mereka agar lebih banyak diam dan tidak peduli terhadap isu-isu hangat yang mengancam keberlangsungan pembangunan bangsa.

Pemuda sebagai sumberdaya manusia yang paling berharga dalam mendorong pembangunan ekonomi, sosial dan budaya sebuah negara. Mau tidak mau, pemuda hari ini lah yang akan memasuki usia dewasa pada tahun 2030 sebagai penopang pembangunan berkelanjutan (target SDGs). Mereka lah yang akan mengalami kegagalan atau kesuksesan dari SDGs ini.

Kanalisasi energi pemuda seharusnya sudah memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Wadah berhimpun dalam organisasi untuk menanamkan rasa cinta tanah air perlu dikembangkan. Dengan jarak yang semakin dekat dan penyebaran informasi yang semakin cepat, energi kreatif generasi muda juga harus diarahkan untuk menciptakan konten positif yang menumbuhkan semangat kebangsaan.

KAMI INDONESIA Hadir dengan semangat kreatif menjawab tantangan zaman, KAMI INDONESIA ingin menjadi bagian dari mengawal transisi bangsa menuju bangsa maju dan terdepan, KAMI INDONESIA Bersama mengawal betapa Indonesia kaya dengan dengan sejarah, kaya dengan budaya dan kultur, kaya dengan perbedaan yang harus diramu menjadi potensi keunggulan bangsa KAMI INDONESIA ingin menjadi penjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa, nilai dari akar budaya negara Indonesia.