Kami Indonesia

Tutup

Hati-hati, Media Sosial Bisa Bikin Kamu Berpaham Radikal

03-Jan-2019 209 0

Kamiindonesia.id - Rupanya ruang keagamaan kini tidak lagi terletak di ranah pribadi yang sunyi dan sepi. Ekspresi keagamaan juga bisa ditunjukkan melalui media bernama internet khususnya di media sosial. Media sosial bagi sebagian besar masyarakat Indonesia serupa hal yang wajib. Teknologi itu digunakan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam bidang agama.

Oleh umat agama di Indonesia, media sosial dan internet juga digunakan untuk mempelajari agama, menyampaikan pesan keagamaan, juga mengaktualisasikan kesalehan.

Menurut ahli sosiologi agama Universitas Negeri Semarang (Unnes) Yasir Alimi PhD, kondisi itu membuat internet mempengaruhi persepsi keagamaan orang Indonesia.

Bagi masyarakat prainternet, agama berkaitan dengan ruang pribadi yang sangat intim. Agama dipersepsi sebagai nilai yang dipelajari untuk dikhayati.

Persepsi berbeda ditunjukkan masyarakat pengguna internet, terutama setelah munculnya media sosial. Masyarakat pengguna internet cenderung menjadikan agama sebagai identitas yang ditampilkan keluar.

Pendapat itu disampaikan Yasir Alimi dalam buku Mediatisasi Agama, Post-truth, dan Ketahanan Nasional yang baru diterbitkannya.

Ia mengungkapkan, ada dampak negatif di balik penggunaan media sosial. Salah satu dampaknya, munculnya echo cahmber atau ruang gema yang membuat umat beragama terjebak pada pembenaran versinya.

Sejumlah peristiwa menunjukkan bahwa media sosial telah turut bertanggung jawab terhadap menyebarnya radikalisme. 

Namun di sisi lain, media sosial memberi peluang dakwah keagamaan bisa dilakukan secara lebih luas. Transformasi ke era digital membuat otoritas keagamaan harus mengakrabi media sosial

Alumni Australian National University (ANU) ini menunjukkan sejumlah peristiwa yang menunjukkan kebencian atas nama agama dikapitalisasi di internet. Namun ia juga menunjukkan sejumlah kalangan telah memanfaatkan internet dengan baik sehingga pesan keagaam tidak terdistorsi.

Source: GNFI

Foto: Dokter Sehat