Kami Indonesia

Tutup

Ini Tips Berinteraksi dengan Penyandang Disabilitas

10-Oct-2018 143 0

Kamiindonesia.id - Saat Anda mengunjungi beberapa tempat atau bertemu dengan penyandang disabilitas. Ada beberapa cara berinteraksi yang baik dengan mereka. Mengutip dari video yang dibagikan laman Instagram @asianpg2018, ini interaksi beretika dengan penyandang disabilitas.

Disabilitas intelektual

  • Berbicara langsung pada mereka dan bukan pada pendamping. Selalu ingat untuk menghadirkan wajah penuh senyum dan sapa mereka dengan ramah, ya.
  • Penyandang disabilitas intelektual biasanya kesulitan dalam mengekspresikan perasaan mereka. Jadi, usahakan peka dengan kondisi mereka dan sering bertanya mengenai apa yang mereka mau.

Disabilitas netra

  • Salam dan sapa mereka dengan kata-kata yang jelas. Cukup sentuhkan punggung tangan Anda kepada tangan mereka untuk menjelaskan kehadiran Anda. Hindari melakukan kontak langsung secara tiba-tiba, karena bisa membuat mereka kaget.
  • Jika Anda ingin membantu seorang disabilitas netra mencapai suatu tujuan, tawarkan siku tangan Anda untuk dipegang mereka. Posisi kaki Anda selangkah lebih depan daripada dirinya. Berikan informasi suasana jalan selagi Anda berjalan bersama dirinya.

Disabilitas daksa

  • Selalu komunikasi dan bertanya terlebih dahulu dengan penyandang disabilitas untuk menawarkan bantuan. Bantuan secara tiba-tiba bagi penyandang dengan keterbatasan gerak ini bisa jadi justru membahayakan mereka.
  • Jangan memaksakan bantuan, seperti mendorong kursi roda penyandang disabilitas daksa jika ia menolak bantuan Anda. Tawarkan dengan halus dan dampingi bila perlu, tapi jangan memaksa, ya.

Disabilitas rungu

  • Sentuh, salam, sapa. Usahakan kontak mata dengan penyandang disabilitas dan tidak memalingkan wajah kepada pendamping untuk berbicara dengan mereka.
  • Memastikan gerakan bibir dan bahasa tubuh mudah dipahami. Bisa juga memberikan informasi secara tertulis jika menggunakan kata-kata rumit atau serapan dari bahasa asing.

Disabilitas mental

  • Disabilitas mental termasuk dalam invisible disabilitas alias tidak terlihat. Untuk berinteraksi dengan penyandang disabilitas mental sebenarnya mudah, yakni tetap tenang saat mereka mengalami relapse dan memberikan ruang jika mereka ingin sendirian.

Source: @asianpg2018

Foto:Voa