Kami Indonesia

Tutup

Inilah Aturan Mengapa Pejudo Dilarang Berjilbab, Bisa Sebabkan Kematian

09-Oct-2018 167 0

Kamindonesia.id - Polemik atlet Judo dari Indonesia Miftahul Jannah belum mereda. Atlet yang bertanding di Asian Paragames 2018 itu didiskualifikasi dari Asian Paragames 2018 karena aturan perwasitan Federasi Judo Internasional (IJF).

Miftahul Jannah yang akan bertanding di cabang olahraga judo kelas 52 kg Asian Para Games 2018, didiskualifikasi karena tak mau melepaskan hijabnya. Miftahul pun tak keberatan dengan pencoretan itu. Baginya, prinsip berhijab lebih penting daripada kejuaraan sekelas Asian Para Games 2018.

Sempat muncul tudingan bahwa pencoretan Miftahul Jannah adalah salah satu bentuk diskiriminasi terhadap atlet berhijab. Tak sampai di situ, masyarakat mempertanyakan mengapa pelatih atau panitia tidak menginfokan sejak awal kepada sang atlet bahwa tidak akan bisa bertanding.

Jika ditilik dari aturan IJF. Khususnya pada poin keempat Pasal 4 disebutkan, bahwa rambut panjang harus diikat sehingga tidak menimbulkan ketidaknyamanan pada rambut.

Selain itu rambut juga harus diikat dengan bahan yang terbuat dari karet atau bahan serupa yang tidak kaku dan tidak terbuat dari logam. Kepala tidak boleh ditutup, kecuali untuk pembalutan yang bersifat medis, yang harus mematuhi hal ini.

Hal itu seperti yang disampaikan Sport Director Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC) Fanny Riawan. Menurut Fanny, semua aturan dalam Federasi Judo Internasional diulang dan dibahas oleh delegasi teknis dalam technical meeting sebelum pertandingan.

"Pada artikel nomor 4 poin 4, aturan judo internasional, menyebutkan tidak boleh ada apapun yang menutupi kepala, tidak ada yang melindungi kepala," ujar Fanny.

Aturan tersebut didasari dari keselamatan sang atlet. Pasalnya judo memiliki teknik choke atau cekikan kepada lawan. Di mana sang lawan bisa saja memanfaatkan jilbab untuk dililitkan ke leher lawannya. Ada beberapa cabang olahraga beladiri yang melarang memakai hijab, contohnya judo dan jujitsu dikarenakan menutupi daerah leher.

Untuk beladiri karate, taekwondo, silat memperbolehkan atletnya memakai hijab karena itu beladiri sejenis standing atau striking yang bermain hanya area kaki tangan.

Miftahul Jannah gagal tampil di Asian Para Games 2018 kelas -52 karena enggan melepas jilbab. Selain menjadi satu-satunya pejudo berkerudung dari Indonesia, dia juga menjadi satu-satunya atlet judo wanita berkerudung yang tampil cabang olahraga judo di Asian Para Games 2018.