Kami Indonesia

Tutup

Mengenal Tabebuya, Bunga Jepang yang Memesona Surabaya

13-Dec-2018 409 0

Kembangnya yang mekar lebih banyak daripada daun membuat pemandangan jalanan Kota Pahlawan tersebut serupa dengan panorama ketika musim sakura tiba di Jepang. Orang pun banyak yang berfoto di lokasi tempat mekarnya bunga tabebuya.

Antara menjelaskan bahwa tabebuya yang tumbuh di Kota Surabaya adalah spesies Tabebuia chrysotricha. Kabag Humas Pemkot Surabaya Muhammad Fikser mengatakan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya sudah menanam ribuan pohon tabebuya ke sejumlah tempat, termasuk jalan dan taman. Tujuannya, selain menambah keasrian Kota Surabaya, adalah untuk memberi habitat bagi biota yang menggantungkan hidupnya di atau dari pohon. 

Selain Surabaya, spesies Tabebuia chrysotricha, menurut laporan Kompas, juga dapat ditemukan di ruas jalan Kota Magelang. Pohon ini tumbuh di sebagian Jalan Sarwo Edhi atau di kompleks Kantor Wali Kota Magelang, Jalan A. Yani, Jalan S. Parman, Jalan Pahlawan, Jalan Tentara Pelajar, dan di kawasan Terminal Tidar di Jalan Soekarno-Hatta. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang Machbub Yani Arfian mengatakan kepada Kompas bahwa Pemkot menanam tabebuya sejak tahun 2015. Akar pohon yang bersifat tunggang dan tumbuh ke dalam menjadi alasan mengapa tanaman itu dipilih untuk ditanam. “Jadi tidak mengganggu trotoar dan tidak menimbulkan gelombang jalan,” jelasnya.

Mengenal Tabebuya

Master Gardener Association of San Diego County mengatakan tabebuya atau Tabebuia adalah tanaman asli hutan hujan Amazon, wilayah tropis Meksiko, serta benua Amerika bagian tengah dan selatan. Dalam hierarki taksonomi, Tabebuiamerupakan marga (genus) yang masuk dalam keluarga (familia) Bignoniaceae. Selain pohon seperti Tabebuya, tumbuhan lain berbentuk semak belukar dan tanaman merambat yang memiliki bunga mencolok juga termasuk dalam keluarga Bignoniaceae.

Tabebuya bergantung pada terpaan sinar langsung untuk tumbuh tapi juga dapat beradaptasi di bawah bayangan matahari. Tanaman ini, menurut Master Gardener Association of San Diego County, berkembang biak melalui biji atau dengan cara vegetatif. Warna bunga tabebuya yang cerah ketika mekar membuat tumbuhan ini dijadikan tanaman hias untuk mempercantik jalan, teras, dan sebagainya.

Tabebuia mempunyai 100 spesies pohon, termasuk di antaranya Tabebuia aurea dan Tabebuia chrysotricha. Namun, 30 jenis Tabebuia diberi nama baru Handroanthus, genus tanaman berbunga yang juga termasuk keluarga Bignoniaceae, berdasarkan riset molekular yang dilakukan Susan O. Grose dan R. G. Olmstead dari University of Washington pada tahun 2007. 

Dalam penelitian yang berjudul “Taxonomic Revisions in the Polyphyletic Genus Tabebuia s.l. (Bignoniaceae)” (PDF) itu, Grose dan Olmstead menyebutkan bahwa Tabebuia berasal lebih dari satu clade atau leluhur yang sama sehingga dikategorikan sebagai polyphyletic

Mereka kemudian menerangkan DNA marga RoseodendronHandroanthus, dan Tabebuia ada pada spesies yang semula dikelompokkan dalam genus Tabebuia. Gara-gara ini, beberapa jenis Tabebuya berubah nama sebab mereka lebih berhubungan dekat dengan marga tertentu, termasuk Tabebuia chrysotricha yang kemudian menjadi Handroanthus chrysotrichus.

Source: GNFI

Foto: tribunnews.com