Kami Indonesia

Tutup

Tebarkan Spirit Keindonesiaan, Roadshow Kami Indonesia Tiba di Semarang

27-Mar-2018 1625 17

SEMARANG, KAMI INDONESIA - Kamis, 2 Desember 2018, Kami Indonesia kembali melaksanakan roadshow seminar motivasi. Roadshow yang rencananya digelar hingga 34 kota ini, akan dilaksanakan di kota Semarang. 

Lokasi roadshow ini ialah di Kampus UIN, Semarang, Pukul 08.00-12.00 WIB dan kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula). Kegiatan dilaksanakan di hari yang sama. 

Roadshow motivasi di kota keempat ini mengangkat tema Spirit of Indonesia: Bangkitlah Pemuda Indonesia, merupakan rangkaian acara dari 120 kota yang akan dijangkau Gerakan Kami Indonesia. 

Beberapa tokoh penting dipastikan hadir dalam kegiatan ini di antaranya adalah: Ketua MPR RI Dr Zulkifli Hasan sebagai keynote speaker yang akan memberikan pidato kebangsaan, Ketua Badan Anggaran DPR RI Aziz Syamsuddin selaku pemberi sambutan, dan masing-masing Rektor kampus UIN Semarang Prof. Dr. Muhibbin dan rektor Unissula Ir Prabowo Setiawan yang akan memberi sambutan selamat datang.

Adapun narasumber kegiatan ini adalah Ketua komisi IX DPR RI Dede Yusuf Macan Efendy, Ketua KPK periode 2011-2015 Abraham Samad, Ketua KPPU Syarkawi Rauf, dan Dedi ‘Miing’ Gumelar selaku seniman dan penggiat budaya. 

 “Kawan-kawan ikutilah seminar Spirit of Indonesia bersama KAMI INDONESIA didukung oleh MPR RI dan insyaallah saya akan hadir di sana sebagai pemberi pidato, Yuk kita datang ramai-ramai pasti banyak manfaatnya," kata Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.

"Sekolah dan perguruan tinggi harus jadi pilar penting dari penanaman akhlak sejak dini. Jenjang pendidikan formal bukan hanya tempat para peserta didik untuk mendapatkan ilmu. Tapi juga sebagai tempat pembentukan karakter yang bermoral. Jangan sampai lulusan perguruan tinggi jadi manusia yang pintar tapi tidak bermoral. 

Ketika moralnya buruk dan tidak berintegritas, nantinya bisa mencetak para pemimpin yang tidak punya hati dan hanya mementingkan diri sendiri. Mari datang dan bergabung dengan gerakan Kami Indonesia," kata Abraham Samad ketua KPK periode 2011-2015.

Muhammad Asri Anas, salah seorang deklarator Kami Indonesia, mengatakan tujuan kegiatan ini adalah bagaimana menanamkan kembali spirit Pancasila kepada generasi milenial dengan cara-cara yang kreatif dan inovatif. 

Ia melihat, selama ini penanaman spirit Pancasila dilakukan dengan cara doktriner sehingga membosankan dan satu arah. Ia ingin membangun satu gerakan nasional yang lebih mengedepankan edutainment, proses belajar dengan cara menghibur, yang diharapkan bisa lebih diterima anak-anak muda. 

“Kami melihat generasi baru dan millenial ini telah bermunculan di mana-mana. Banyak sosok muda yang bermunculan. Mereka sama-sama mengandalkan kegandrungan pada teknologi yang telah mengubah lanskap bisnis dan ekonomi bangsa. Kami melihat caracara lama yang satu arah dan doktriner sudah tidak relevan. Pancasila mesti dibangun dari bawah, menjadi kesadaran sejarah, serta lebih membumi dan dipahami anak-anak muda sekarang,” kata anggota Dewan Perwakilan daerah (DPD) asal Sulawesi Barat ini. 

Gerakan Nasional Kami Indonesia diharapkan menjadi gerakan yang bergema di seluruh Indonesia. 

Sebagai gerakan sosial baru, Kami Indonesia diharapkan akan menjadi common platform bagi bertemunya berbagai elemen pemuda yang sama-sama ingin membumikan Pancasila dan nasionalisme Indonesia dengan cara-cara yang kreatif, inovatif, serta dekat dengan teknologi. 

Kami Indonesia akan melakukan diseminasi Pancasila dan UUD 1945 melalui kegiatan-kegiatan yang sarat dengan nuansa edutainment. Modelnya bisa melalui kelas-kelas inspirasi yang menghadirkan para pembicara dari kalangan profesional yang sukses di bidangnya. 

Dengan cara mengundang mereka untuk berbagi pengalaman di hadapan generasi milenial, diharapkan generasi milenial akan memiliki satu konsepsi kuat bagaimana Pancasila hadir dalam diri seseorang. 

Dengan menyerap inspirasi dari mereka yang sukses di bidangnya, generasi ini bisa melihat Pancasila sebagai sesuatu yang membumi dan bisa menjadi spirit keindonesiaan yang kuat. Fokus gerakan awal adalah membuat dialog-dialog inspiratif yang menghadirkan sejumlah tokoh-tokoh muda yang berprestasi di bidangnya. 

Dialog inspiratif ini akan menjadi ajang bagi generasi baru untuk memperluas wawasan, dan memperluas cakrawala pengetahuan dan impi-mimpi untuk Indonesia. 

“Kami ingin menghadirkan Pancasila sebagai sesuatu yang berdenyut melalui kehadiran tokoh-tokoh itu. Kami ingin anak Indonesia memiliki mimpi besar, serta bisa melihat bagaimana Pancasila hadir dalam etos kerja dan semangat para tokoh ini sehingga menjadi sukses seperti sekarang. 

Pancasila bukan sebagai doktrin tapi tumbuh dalam tindakan manusia Indonesia yang lalu menyebar inspirasi ke generasi baru,” lanjutnya. 

Asri mengatakan, dialog inspiratif ini hanya awal. Ke depannya, Kami Indonesia akan membangun berbagai variasi dan metode gerakan yang lebih membumi. 

Di antaranya adalah kampanye melek media (media literacy), perkemahan media sosial (social media camp), membuat forum blogger dan creative content, serta sinergi dengan Facebook dan Google untuk pemberdayaan pemuda Indonesia di daerah tertinggal. (*) 

Tentang Kami Indonesia

KAMI INDONESIA adalah organisasi kepemudaan modern yang memanfaatkan kemajuan inovasi informasi teknologi dengan organisasi bersifat terbuka, berbasis teknologi dan berguna untuk anggota dan bangsa. 

Kami Indonesia hendak menjadi kelompok jejaring yang dapat berkontribusi bagi kemajuan negara Indonesia.

KAMI INDONESIA beralamat di  Club house Mahogany Residence Lt. 2, Jl. Alternatif Cibubur Harjamukti, Cimanggis, Cibubur, Depok.
Organisasi ini diluncurkan pada Sabtu, 16 Desember 2017 di Jogjakarta. 

Hadir sebagai tokoh yang meluncurkan organisasi ini ialah Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) UGM Zainal Arifin Muchtar, Rektor Paramadina Firmanzah, Anggota DPD Asri Anas, Anggota DPR-RI Yandri Susanto, Politisi muda Willy Aditya, Sekda DIY  Gatot Saptadi, beberapa rektor dari kampus di Indonesia serta tokoh-tokoh muda lain seperti Sutrisno Wibawa, Anas Saidi, Justan Siahan, Muhammad Yusran Darmawan dan Andi Fajar Asti. 

Mereka bersama ribuan mahasiswa dari seluruh Indonesia dan tokoh tokoh intelektual muda ini meluncurkan gerakan #KamiIndonesia di Yogyakarta, Sabtu (16/12).

"Gerakan Kami Indonesia ini merupakan penegasan bahwa tak boleh ada yang merasa paling Pancasila. Ini gerakan untuk merangkul semua perbedaan jadi harmoni, bukan saling caci," jelas Zulkifli Hasan dalam pemaparannya.

Saat launching dilakukan pula ikrar Kami Indonesia. Berikut ikrarnya: 

Kami Indonesia. Kami generasi yang siap membumikan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Pancasila adalah mata air nilai dari semua gerak dan langkah kami. Kami adalah pewaris sekaligus perawat nilai Pancasila dalam semua aktivitas kami sebagai generasi muda.

Kami Indonesia. Kami generasi yang akan selalu berada di garis terdepan mereka yang mencintai tanah air Indonesia. Kecintaan pada bangsa adalah harga mati. Kami akan selalu merapatkan barisan untuk melawan segala ancaman atas keutuhan bangsa.

Kami Indonesia. Kami generasi yang berbeda suku, tetapi akan selalu bersatu dalam ikatan kebangsaan yang kuat. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika adalah identitas kami. Biarpun suku bangsa kami berbeda, kami diikat oleh rasa cinta pada satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa.


Contact person: 085299773545 (DANI)
 Humas.